Tokyo (KABARIN) - Korea Utara kembali melakukan uji peluncuran rudal jelajah dari kapal perusak barunya, dengan pemimpin Kim Jong Un memantau langsung melalui sambungan video, ungkap laporan media pemerintah, Rabu.
Peluncuran uji coba tersebut dilakukan pada Selasa dari kapal perang multiguna berbobot 5.000 ton bernama Choe Hyon, yang diluncurkan pada April tahun lalu.
Menurut kantor berita resmi Korean Central News Agency (KCNA), uji coba itu berlangsung bersamaan dengan latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan yang dijadwalkan berlangsung hingga 19 Maret.
KCNA melaporkan rudal jelajah tersebut terbang di atas Laut Kuning selama hampir dua jam 50 menit sebelum menghantam target pulau secara terpisah.
Dalam foto yang dirilis KCNA, Kim terlihat menyaksikan peluncuran tersebut bersama putrinya.
Pemimpin Korea Utara itu menyatakan “kepuasan besar” atas hasil uji coba tersebut.
Ia juga menyebut bahwa kekuatan nuklir Korea Utara kini telah memasuki tahap operasi yang lebih beragam.
Kim sebelumnya menekankan pentingnya memperkuat kemampuan angkatan laut dengan senjata nuklir.
Ia juga menyoroti perlunya kemampuan serangan dari permukaan laut maupun dari bawah laut.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kongres penting Partai Buruh Korea pada Februari lalu.
Korea Utara berencana membangun dua kapal perang setiap tahun dengan kelas Choe Hyon atau kelas yang lebih tinggi.
Negara itu meluncurkan dua kapal perusak pada 2025. Salah satu kapal tersebut sempat mengalami insiden hampir terbalik sebagian sebelum akhirnya diluncurkan kembali.
Pyongyang juga menargetkan pembangunan satu kapal perusak tambahan sebelum Oktober tahun ini. Program penguatan armada laut tersebut menjadi bagian dari upaya modernisasi militer Korea Utara.
Kim juga menyerukan pengembangan sistem persenjataan baru untuk kapal perang generasi berikutnya.
Ia meminta agar kapal perusak berbobot 5.000 ton dan 8.000 ton di masa depan dilengkapi sistem senjata supersonik.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026